Beberapa waktu
lalu Presiden SBY menyerukan agar kita hemat dalam penggunaan BBM, salah satu
solusi yang banyak dipromosikan adalah sepeda sebagai sarana transportasi
alternatif. Selain hemat energi bersepeda juga menyehatkan, baik jasmani maupun
rohani, karena terdapat unsur rekreasi saat kita bersepeda sehingga badan bugar
pikiranpun jadi segar. So....I want a bike too!
Nah....sebelum
mulai bersepeda (membeli sepeda), ada baiknya kita mengenal jenis-jenis sepeda
agar dapat menentukan jenis sepeda apa yang sesuai untuk kita.
Jenis sepeda
terbagi ke dalam 2 kategori besar yaitu “Road Bike” dan “Mountain Bike”. Road
bike sendiri telah berkembang menjadi beragam jenis, seperti:
Road Race
Inilah basic
jenis road bike atau kadang disebut road bike standard. Sepeda ini dirancang
untuk balap jalan raya. Material frame (body) untuk kelas pemula umumnya
terbuat dari aluminium, untuk kelas menengah terbuat dari karbon fiber,
sedangkan untuk profesional terbuat dari titanium. Frame titanium biasanya
berbobot antara 500gr s.d. 700gr, sedangkan full bike-nya hanya 1,5kg s.d 2kg,....wow!
Road Flatbar
Model ini
adalah modifikasi dari road race, perbedaannya hanya pada handle bar (setang)
dan gear set-nya. Sepeda road flatbar dirancang untuk touring jalan raya,
sehingga posisi pengendara dirancang lebih santai (nggak nungging banget
seperti road race) dan mempunyai rasio gear yang lebih lengkap dibanding road
race. Sebagai perbandingan road race umumnya hanya 14-18 speed sedangkan road
flatbar 21-27 speed.
Time Trial
Sebenarnya
sepeda jenis ini masih terbagi menjadi 2 jenis, yaitu time trial murni yang
hanya digunakan di velodrome (arena balap) dan triathlon, perbedaannya pada TT
murni menggunakan single speed sedangkan pada triathlon menggunakan gear set
yang sama dengan road race.
Fixie
Inilah model
sepeda yang sedang “ngetrend” di kalangan anak muda. Nama fixie diambil dari
fixed gear, dengan semangat “simply is beauty” sepeda ini dirancang tanpa rem
dan menggunakan fixed gear (bisa dikayuh ke depan dan belakang). Unyuk
menghentikan laju sepeda pengendara memanfaatkan pedal untuk menahan putaran
roda belakang. Pada umumnya sepeda ini diberi warna ngejreng agar tampak
menarik dan menggambarkan kebebasan berekspresi.
Selain 4 jenis
road bike diatas masih terdapat beberapa jenis road bike lain, misalnya
cruiser, tandem, hybrid, city bike dll. Sedangkan untuk kategori mountain bike
ragam jenisnya tidak sebanyak road bike, hanya terdapat 4 jenis yaitu:
Cross Country (XC)
Sepeda XC mempunyai
spesifikasi yang sesuai untuk melahap jalan-jalan pedesaan, berbatu dan
berpasir tetapi tidak dirancang untuk jumping ataupun melintas bukit dan hutan.
Tipe ini cukup ringan dan menggunakan suspensi depan pendek dengan jarak traver
80-110 mm. Umumnya sepeda XC menggunakan model hardtail, meskipun ada juga yang
full sus (suspensi depan belakang).
All Mountain (AM)
Karena
dirancang untuk melintas perbukitan, sepeda AM menggunakan model full sus.
Jenis ini mempunyai 3 tingkatan sesuai jenis medan yang akan dilewati,
perbedaannya pada jarak travel shock depan. Jarak travel 125-145 mm untuk light
AM, 145-165 mm aggressive AM dan 165-180 untuk free ride. Kualitas shock
merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kenyamanan dan stabilitas
pengendaraan sepeda jenis ini, berbeda dengan jenis XC yang lebih dipengaruhi
oleh gear set-nya.
Down Hill (DH)
Inilah kasta
tertinggi dari mountain bike. Termasuk olah raga extreme, jenis sepeda yang
digunakan dirancang sangat kuat dan memiliki shock yang mampu meredam goncangan
keras dengan jarak travel 180-200 mm. Rem yang digunakanpun memiliki ukuran
cakram ekstra besar agar lebih pakem. Demi kekuatan yang diperoleh, sepeda
jenis ini menjadi sangat berat umumnya antara 14-18 kg,,,hadeuh. Tetapi hal itu
tidak masalah karena DH hanya dipake untuk menuruni bukit/gunung dengan
kecepatan tinggi, lagian siapa yang mau nggenjot sepeda seberat itu naik
gunung....hehehe....
Dirt Jump (DJ)
Meskipun masuk
dalam katagori mountain bike tetapi sebenarnya ini adalah sepeda perkotaan.
Biasa dipakai untuk atraksi extreme games sepeda ini merupakan bentuk gedenya
BMX. Komunitas sepeda di kota-kota besar melakukan jumping dan free style
dengan sepeda ini.
Sekarang....sepeda
jenis apa yang sesuai dengan kebutuhan anda? Hehehe...bingung?
Untuk anda
yang memulai hobi bersepeda diusia 30 th keatas sebaiknya memilih jenis XC
karena jenis ini terbilang paling nyaman, baik untuk menjelajah jalan pedesaan
maupun jalan raya beraspal, selain bobotnya cukup ringan dan posisi duduk yang
relatif tegak sepeda XC juga dilengkapi suspensi untuk meredam getaran, bahkan kenyamanan
menyusuri jalan aspalnya mengalahkan jenis road flatbar yang dirancang untuk
road touring. Lho....
Ya....saya
telah membuktikannya sendiri. Tahun lalu saat memulai hobi bersepeda diusia
menginjak sepertiga abad, saya ngeyel untuk memboyong sepeda road flatbar dari
tokonya. Meskipun pemilik toko telah menyarankan untuk membeli sepeda XC tetapi
saya keukeuh dengan pilihan awal dengan alasan saya hanya bersepeda di jalan
beraspal. Namun...setelah sepeda saya pakai ke kantor dengan jarak tempuh +
8km, sesampainya di kantor tangan terasa kesemutan dan pegal, begitu juga
dengan daerah selangkangan. Nah...saya uraikan satu-persatu penyebabnya:
Sepeda Road Flatbar
milikku
Pertama, posisi
duduk yang nungging menyebabkan pergelangan tangan harus menyangga beban berat
badan sehingga tangan terasa pegal. Kedua, sepeda ini tidak menggunakan
suspensi ditambah ketebalan ban yang hanya 18mm mengharuskan ban dipompa dengan
tekanan tinggi, hal ini menyebabkan sepeda tidak dapat meredam getaran yang
berakibat selangkangan dan tangan menjadi kesemutan. Ketiga, kondisi jalan raya
di Indonesia seringkali memprihatinkan dan menambah “siksaan” bagi pengendara
road bike.
Selain itu,
untuk daerah pegunungan seperti Banjarnegara banyak jalur tanjakan yang memaksa
pengendara road bike mengeluarkan tenaga ekstra. Meskipun di atas kertas
sama-sama memiliki gear set 24 speed atau 27 speed namun antara road flatbar
dan XC mempunyai spesifikasi gear set yang berbeda. Letak perbedaanya pada
crank set yang dimiliki. Apa itu crank set? Sejenis mahluk bergigi tajam, orang
biasa menyebutnya gir depan.
Piringan gir
pada road flatbar mempunyai ukuran 52-42-34, sedangkan pada sepeda XC ukurannya
44-32-22. Ukuran crank yang lebih besar membuat road bike menjadi raja di jalur
datar, tetapi akan terasa sangat berat saat dipaksa melibas jalur tanjakan.
Ok....setelah
kita memilih jenis XC, apakah sebaiknya memilih tipe hardtail atau full sus?
Hal ini tergantung dengan ketebalan kantong kita. Dengan dana 3,5 s.d. 5 jutaan
kita sudah bisa memperoleh sepeda XC hardtail dengan kualitas lumayan (body
enteng dgn kualiatas gear set baik). Apabila kita menginginkan sepeda full sus,
sebaiknya siapkan dana di atas 7 juta. Kalau kita memaksakan diri membeli
sepeda full sus dengan harga di bawah itu, maka produk yang diperoleh memiliki
bobot cukup berat dan kualitas sparepartnya juga kurang baik sehingga kinerja
kurang mulus, kayuhan tidak efisien dan menyebabkan cepat lelah.
Selanjutnya setelah
sepeda di tangan, hal yang mesti diperhatikan adalah soal safety. Terdapat
beberapa hal dalam menjalani hobi bersepeda secara aman, yaitu:
1.
Pakaian dan helm. Selain penggunaan helm, kita
perlu memakai pakaian berwarna mencolok agar mudah terlihat di tengah kepadatan
lalu-lintas.
2.
Bersepeda secara berkelompok. Hal ini membuat
kendaraan bermotor cenderung mengurangi kecepatannya saat mendekati kelompok
bersepeda, selain itu jika ada masalah dengan sepeda bisa saling membantu.
3.
Sesuaikan spesifikasi sepeda dengan medan yang
ditempuh. Jangan pakai sepeda XC untuk aggressive AM apalagi DH, bisa-bisa
framenya patah. Untuk sepeda AM sebaiknya menggunakan rem jenis cakram hidrolis
mengingat beratnya medan.
4.
Pasang reflektor cahaya pada sepeda jika kita
bersepeda di malam hari.
5.
Apabila kita bersepeda ke hutan/daerah terpencil,
bawa selalu ban cadangan, pompa mini dan peralatan mengganti ban karena di
hutan tidak ada bengkel tambal ban.
Tunggu apa lagi? Ayo kita bersepeda! Menyehatkan dan ramah
lingkungan....
Pesan saya
untuk anda yang ingin membeli sepeda, “ajaklah pasangan anda saat membeli
sepeda agar bisa menjadi rem yang pakem saat anda berhasrat membeli sepeda yang
terlalu mahal, hehehe...”.
Akhirnya.....SELAMAT
BERSEPEDA!!!



.jpg)






Mantab...btw sepedane arep dilelang apa ora Bos...hehehe...
BalasHapuswah...seh seneng e, malah pengen nambah koleksi...
HapusKenapa gak ambil hybrid aja om, sepeda spesies baru perpaduan frame mtb dan ban road-bike 700CX38. Aspal ngacir jalan pedesaan pun oke.
BalasHapusmohon sarannya : sy punya Speda Road Bike dengan Group Set SRAM Red 11 Speed namun sy mau rubah menjadi HYbrid atau dengan stang MTB tp tdk merubah group set , pertanyaan sy apasaja yg hrs sy tambahkan/copot dengan merek yg sama SRAM agar sepeda sy ini menjadi Hybrid terimakasih ??
BalasHapus