Senin, 04 Juni 2012

Mari Bersepeda!


Beberapa waktu lalu Presiden SBY menyerukan agar kita hemat dalam penggunaan BBM, salah satu solusi yang banyak dipromosikan adalah sepeda sebagai sarana transportasi alternatif. Selain hemat energi bersepeda juga menyehatkan, baik jasmani maupun rohani, karena terdapat unsur rekreasi saat kita bersepeda sehingga badan bugar pikiranpun jadi segar. So....I want a bike too!
Nah....sebelum mulai bersepeda (membeli sepeda), ada baiknya kita mengenal jenis-jenis sepeda agar dapat menentukan jenis sepeda apa yang sesuai untuk kita.
Jenis sepeda terbagi ke dalam 2 kategori besar yaitu “Road Bike” dan “Mountain Bike”. Road bike sendiri telah berkembang menjadi beragam jenis, seperti:

Road Race
Inilah basic jenis road bike atau kadang disebut road bike standard. Sepeda ini dirancang untuk balap jalan raya. Material frame (body) untuk kelas pemula umumnya terbuat dari aluminium, untuk kelas menengah terbuat dari karbon fiber, sedangkan untuk profesional terbuat dari titanium. Frame titanium biasanya berbobot antara 500gr s.d. 700gr, sedangkan full bike-nya hanya 1,5kg s.d 2kg,....wow!

Road Flatbar
Model ini adalah modifikasi dari road race, perbedaannya hanya pada handle bar (setang) dan gear set-nya. Sepeda road flatbar dirancang untuk touring jalan raya, sehingga posisi pengendara dirancang lebih santai (nggak nungging banget seperti road race) dan mempunyai rasio gear yang lebih lengkap dibanding road race. Sebagai perbandingan road race umumnya hanya 14-18 speed sedangkan road flatbar 21-27 speed.

Time Trial
Sebenarnya sepeda jenis ini masih terbagi menjadi 2 jenis, yaitu time trial murni yang hanya digunakan di velodrome (arena balap) dan triathlon, perbedaannya pada TT murni menggunakan single speed sedangkan pada triathlon menggunakan gear set yang sama dengan road race.

Fixie
Inilah model sepeda yang sedang “ngetrend” di kalangan anak muda. Nama fixie diambil dari fixed gear, dengan semangat “simply is beauty” sepeda ini dirancang tanpa rem dan menggunakan fixed gear (bisa dikayuh ke depan dan belakang). Unyuk menghentikan laju sepeda pengendara memanfaatkan pedal untuk menahan putaran roda belakang. Pada umumnya sepeda ini diberi warna ngejreng agar tampak menarik dan menggambarkan kebebasan berekspresi.
Selain 4 jenis road bike diatas masih terdapat beberapa jenis road bike lain, misalnya cruiser, tandem, hybrid, city bike dll. Sedangkan untuk kategori mountain bike ragam jenisnya tidak sebanyak road bike, hanya terdapat 4 jenis yaitu:

Cross Country (XC)
Sepeda XC mempunyai spesifikasi yang sesuai untuk melahap jalan-jalan pedesaan, berbatu dan berpasir tetapi tidak dirancang untuk jumping ataupun melintas bukit dan hutan. Tipe ini cukup ringan dan menggunakan suspensi depan pendek dengan jarak traver 80-110 mm. Umumnya sepeda XC menggunakan model hardtail, meskipun ada juga yang full sus (suspensi depan belakang).

All Mountain (AM)
Karena dirancang untuk melintas perbukitan, sepeda AM menggunakan model full sus. Jenis ini mempunyai 3 tingkatan sesuai jenis medan yang akan dilewati, perbedaannya pada jarak travel shock depan. Jarak travel 125-145 mm untuk light AM, 145-165 mm aggressive AM dan 165-180 untuk free ride. Kualitas shock merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kenyamanan dan stabilitas pengendaraan sepeda jenis ini, berbeda dengan jenis XC yang lebih dipengaruhi oleh gear set-nya.

Down Hill (DH)
Inilah kasta tertinggi dari mountain bike. Termasuk olah raga extreme, jenis sepeda yang digunakan dirancang sangat kuat dan memiliki shock yang mampu meredam goncangan keras dengan jarak travel 180-200 mm. Rem yang digunakanpun memiliki ukuran cakram ekstra besar agar lebih pakem. Demi kekuatan yang diperoleh, sepeda jenis ini menjadi sangat berat umumnya antara 14-18 kg,,,hadeuh. Tetapi hal itu tidak masalah karena DH hanya dipake untuk menuruni bukit/gunung dengan kecepatan tinggi, lagian siapa yang mau nggenjot sepeda seberat itu naik gunung....hehehe....

Dirt Jump (DJ)
Meskipun masuk dalam katagori mountain bike tetapi sebenarnya ini adalah sepeda perkotaan. Biasa dipakai untuk atraksi extreme games sepeda ini merupakan bentuk gedenya BMX. Komunitas sepeda di kota-kota besar melakukan jumping dan free style dengan sepeda ini.
Sekarang....sepeda jenis apa yang sesuai dengan kebutuhan anda? Hehehe...bingung?
Untuk anda yang memulai hobi bersepeda diusia 30 th keatas sebaiknya memilih jenis XC karena jenis ini terbilang paling nyaman, baik untuk menjelajah jalan pedesaan maupun jalan raya beraspal, selain bobotnya cukup ringan dan posisi duduk yang relatif tegak sepeda XC juga dilengkapi suspensi untuk meredam getaran, bahkan kenyamanan menyusuri jalan aspalnya mengalahkan jenis road flatbar yang dirancang untuk road touring. Lho....
Ya....saya telah membuktikannya sendiri. Tahun lalu saat memulai hobi bersepeda diusia menginjak sepertiga abad, saya ngeyel untuk memboyong sepeda road flatbar dari tokonya. Meskipun pemilik toko telah menyarankan untuk membeli sepeda XC tetapi saya keukeuh dengan pilihan awal dengan alasan saya hanya bersepeda di jalan beraspal. Namun...setelah sepeda saya pakai ke kantor dengan jarak tempuh + 8km, sesampainya di kantor tangan terasa kesemutan dan pegal, begitu juga dengan daerah selangkangan. Nah...saya uraikan satu-persatu penyebabnya:

Sepeda Road Flatbar milikku
Pertama, posisi duduk yang nungging menyebabkan pergelangan tangan harus menyangga beban berat badan sehingga tangan terasa pegal. Kedua, sepeda ini tidak menggunakan suspensi ditambah ketebalan ban yang hanya 18mm mengharuskan ban dipompa dengan tekanan tinggi, hal ini menyebabkan sepeda tidak dapat meredam getaran yang berakibat selangkangan dan tangan menjadi kesemutan. Ketiga, kondisi jalan raya di Indonesia seringkali memprihatinkan dan menambah “siksaan” bagi pengendara road bike.
Selain itu, untuk daerah pegunungan seperti Banjarnegara banyak jalur tanjakan yang memaksa pengendara road bike mengeluarkan tenaga ekstra. Meskipun di atas kertas sama-sama memiliki gear set 24 speed atau 27 speed namun antara road flatbar dan XC mempunyai spesifikasi gear set yang berbeda. Letak perbedaanya pada crank set yang dimiliki. Apa itu crank set? Sejenis mahluk bergigi tajam, orang biasa menyebutnya gir depan.

Piringan gir pada road flatbar mempunyai ukuran 52-42-34, sedangkan pada sepeda XC ukurannya 44-32-22. Ukuran crank yang lebih besar membuat road bike menjadi raja di jalur datar, tetapi akan terasa sangat berat saat dipaksa melibas jalur tanjakan.
Ok....setelah kita memilih jenis XC, apakah sebaiknya memilih tipe hardtail atau full sus? Hal ini tergantung dengan ketebalan kantong kita. Dengan dana 3,5 s.d. 5 jutaan kita sudah bisa memperoleh sepeda XC hardtail dengan kualitas lumayan (body enteng dgn kualiatas gear set baik). Apabila kita menginginkan sepeda full sus, sebaiknya siapkan dana di atas 7 juta. Kalau kita memaksakan diri membeli sepeda full sus dengan harga di bawah itu, maka produk yang diperoleh memiliki bobot cukup berat dan kualitas sparepartnya juga kurang baik sehingga kinerja kurang mulus, kayuhan tidak efisien dan menyebabkan cepat lelah.
Selanjutnya setelah sepeda di tangan, hal yang mesti diperhatikan adalah soal safety. Terdapat beberapa hal dalam menjalani hobi bersepeda secara aman, yaitu:
1.       Pakaian dan helm. Selain penggunaan helm, kita perlu memakai pakaian berwarna mencolok agar mudah terlihat di tengah kepadatan lalu-lintas.
2.       Bersepeda secara berkelompok. Hal ini membuat kendaraan bermotor cenderung mengurangi kecepatannya saat mendekati kelompok bersepeda, selain itu jika ada masalah dengan sepeda bisa saling membantu.
3.       Sesuaikan spesifikasi sepeda dengan medan yang ditempuh. Jangan pakai sepeda XC untuk aggressive AM apalagi DH, bisa-bisa framenya patah. Untuk sepeda AM sebaiknya menggunakan rem jenis cakram hidrolis mengingat beratnya medan.
4.       Pasang reflektor cahaya pada sepeda jika kita bersepeda di malam hari.
5.       Apabila kita bersepeda ke hutan/daerah terpencil, bawa selalu ban cadangan, pompa mini dan peralatan mengganti ban karena di hutan tidak ada bengkel tambal ban.
Tunggu apa lagi? Ayo kita bersepeda! Menyehatkan dan ramah lingkungan....
Pesan saya untuk anda yang ingin membeli sepeda, “ajaklah pasangan anda saat membeli sepeda agar bisa menjadi rem yang pakem saat anda berhasrat membeli sepeda yang terlalu mahal, hehehe...”.
Akhirnya.....SELAMAT BERSEPEDA!!!

4 komentar:

  1. Mantab...btw sepedane arep dilelang apa ora Bos...hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah...seh seneng e, malah pengen nambah koleksi...

      Hapus
  2. Kenapa gak ambil hybrid aja om, sepeda spesies baru perpaduan frame mtb dan ban road-bike 700CX38. Aspal ngacir jalan pedesaan pun oke.

    BalasHapus
  3. mohon sarannya : sy punya Speda Road Bike dengan Group Set SRAM Red 11 Speed namun sy mau rubah menjadi HYbrid atau dengan stang MTB tp tdk merubah group set , pertanyaan sy apasaja yg hrs sy tambahkan/copot dengan merek yg sama SRAM agar sepeda sy ini menjadi Hybrid terimakasih ??

    BalasHapus